JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah ASBISINDO melaksanakan Rapat Kordinasi Nasional (RAKORNAS) di Jakarta pada 13-15 Juli 2022.
Ketua Umum DPP Kompartemen BPR Syariah ASBISINDO Cahyo Kartiko mengatakan kegiatan ini sebagai rencana industri BPR Syariah untuk menghadapi tantangan akan era digitalisasi.
“Kami terus menjawab perubahan ini dengan melalukan inovasi produk,” ucap Cahyo, Kamis (14/7/2022).
Industri BPR Syariah juga terus berbenah dari sisi eksternal menghadapi perubahan dan tantangan atas perilaku masyarakat terkait transaksi online baik dalam kebutuhan dana maupun investasi.
“Dan bergerak melakukan sinergitas dengan lembaga keuangan lain yang telah kuat teknologinya agar industrI BPR Syariah bisa mengikuti perubahan tersebut,” ucap Cahyo.
Apalagi industri BPR Syariah akan menghadapi persaingan usaha yang begitu ketat dengan masuknya lembaga keuangan lainya di segmen usaha menengah kecil dan mikro (UMKM).
Baca juga:
- Gelar RUPS: Akan setor PAD 500 Juta, Walikota Dedy Wahyudi Optimis Ekspansi ke Wakaf Uang
- Walikota Bengkulu Ajak Pejabat Wakaf Uang Melalui Bank Fadhilah
- RUPS Bank Fadhilah Bersama Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi
- Bank Fadhilah Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Infobank 14th Sharia Award 2025
- Bank Fadhilah Genap Berusia 5 Tahun, Ini Harapan Walikota
Persaingan itu di antaranya dengan bank umum, fintech lending, laku pandai dan LKM ikut aktif menggarap pasar segmen UMKM dengan adanya kekuatan modal dan tekonologi yang dimiliki.
“Populasi BPR Syariah dengan kategori BPR skala kecil harus bersaing dengan lembaga besar yang punya modal kuat. Mereka memiliki Infrastruktur TI bagus sedangkan di BPR Syariah terbatas,” ujarnya.
Meski demikian dalam dua tahun ini, industri BPR Syariah telah membukukan pertumbuhan asset hingga mei 2022 sebesar 14 persen yakni Rp. 17,55 T.
Ditopang dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan yang diberikan bertumbuh masing-masing 16 % menjadi Rp. 11,90 T dan Rp. 12,92 T dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Hal ini menunjukkan industri BPRS bisa bertahan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan serta mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk meraih kepercayaan masyarakat.
“Untuk itu kami berusaha melaksanakan berbagai peningkatan awareness terhadap masyarakat dengan membangun ekosistem agar keberadaan BPRS di tanah air bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Sumber Berita : wartakota.tribunnews


